Lompat ke konten

DLH Kota Palangka Raya Pastikan Ketersediaan TPS dan Depo Sampah

Palangka Raya – Salah satu permasalahan krusial yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya saat ini yaitu optimalisasi penanganan dan pengelolaan sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengatakan, Pemko Palangka Raya melalui pihaknya, terus mengoptimalisasi pengelolaan dan penanganan sampah. “Kami pastikan persediaan kontainer depo sampah atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS), selalu tersedia untuk masyarakat, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya, Senin (30/1/2023) Perlu diketahui lanjut Zaini, jumlah sampah dalam sehari di Kota Palangka Raya mencapai 150 ton. Maka dari itu kata dia, langkah-langkah penanganan terus diupayakan. Seperti mengedukasi masyarakat agar mau menjadi anggota bank sampah. Adapun berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2017, pengelolaan sampah terbagi atas dua kegiatan indikator yaitu penanganan dan pengurangan. “Jadi kewajiban pemerintah dalam penanganan sampah itu yakni menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), menyiapkan anggaran berupa sarana prasarana. Salah satunya armada angkutan,” jelasnya. Untuk mendukung upaya pengurangan sampah lanjut Zaini, DLH Kota Palangka Raya sudah melakukan suatu program yaitu manfaatkan sampah sebagai gas metana yang berguna sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga (memasak). DLH Kota Palangka Raya juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi sampah kantong`plastik. Hal ini karena penguraian sampah kantong plastik lebih lama dibandingkan sampah lainnya.  Sumber : https://mediacenter.palangkaraya.go.id/dlh-kota-palangka-raya-pastikan-ketersediaan-tps-dan-depo-sampah/

Gerakan Bersama Menanam Cabe, Bawang merah dan Sayuran Lainnya

Jum’at, 27 Januari 2023 Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya dan seluruh OPD yg dipimpin langsung oleh Walikota Palangka Raya (Fairid Naparin) mengikuti Gerakan bersama menanam cabe dan bawang merah dan sayuran lainnya, diharapkan, dengan pengembangan tanaman cabai dan bawang merah maupun sayuran lainnya maka akan menekan angka inflasi di daerah. terutama, harga komoditas tanaman pangan yang selalu berfluktuasi dengan kenaikan harga yang sangat tinggi, khususnya cabai dan bawang . (jumat/28/01/2022)

Apel Siaga Gelar Pasukan dan Peralatan Menghadapi Ancaman KARHUTLA di Palangka Raya

Palangka Raya – Pada hari kamis 26 Januari 2023, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya bersama personel TNI, Polri, ASN dan relawan kebakaran mengikuti apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA)  yang digelar oleh Pemerintah Kota Palangka Raya di Halaman kantor Walikota Palangka Raya. Apel gelar pasukan ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu yang mewakili Walikota Palangka Raya. Sekda dalam amanatnya mengatakan, bahwa menurut BMKG di tahun 2023 ini iklim akan cenderung lebih kering dari tahun sebelumnya. Untuk itu perlu dilakukan antisipasi kesiapsiagaan pencegahan terjadinya KARHUTLA di Kota Palangka Raya. “Maka dari itu marilah kita semua punya komitmen untuk bersama-sama siap sedia dalam menghadapi berbagai kemungkinan munculnya titik api yang ada di wilayah Kota Palangka Raya,” ucap sekda. Dikatakan Hera, penanganan karhutla ini melibatkan semua pihak untuk bersama-sama berkolaborasi dengan menggabungkan peran akademisi, badan usaha (bisnis), komunitas, pemerintah, dan media bertujuan untuk mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi bertransformasi menjadi produk maupun jasa yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat. “Seperti halnya saat menghadapi menghadapi bencana-bencana lainnya seperti bencana non alam Covid-19 yang sudah kita lewati, kemudian juga banjir dan hal-hal lainnya selalu kita laksanakan secara kolaborasi bersinergi antar stakeholder sampai pada unsur masyarakat paling bawah atau akar rumput,” sambung Hera. Hera menambahkan dalam mencegah serta menanggulangi KARHUTLA memang membutuhkan koordinasi yang lebih intens. Untuk itu maka seluruh pemangku kepentingan wilayah Kota Palangka Raya kami instruksikan agar meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang telah terbangun baik selama ini terlebih ketika sudah terjadi bencana KARHUTLA. “Mari kita bersama-sama saling berkoordinasi, berkolaborasi dan bekerjasama untuk mencegah serta bersiap menanggulangi apabila terjadi KARHUTLA di lingkungan kita,” pungkas Hera. 

Sampah Capai 150 Ton per Hari, Pemkot Palangka Raya Tambah Armada

Palangka Raya, InfoPublik – Sampah yang dihasilkan oleh warga Palangka Raya, Kalimantan Tengah per harinya mencapai 150 ton. Terkait itu, Pemerintah Kota Palangka Raya saat menyiapkan sejumlah skema penanganan salah satunya penambahan armada angkutan sampah. “Sejauh ini telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta menyiapkan anggaran untuk mendukung sarana prasarana. Termasuk salah satunya melengkapi armada angkutan,” jelas Kepala DLH Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Senin (23/1/2023). Langkah lain yang dilakukan untuk mendukung upaya pengurangan sampah, DLH Kota Palangka Raya sudah melakukan suatu program yaitu memanfaatkan sampah sebagai gas metana. “Ini nantinya  berguna sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga (memasak). Tidak hanya itu, DLH Palangka Raya juga terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah kantong plastik,” katanya. Zaini menambahkan, pihaknya memastikan persediaan kontainer depo sampah atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di lingkungan masyarakat agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Sumber : https://infopublik.id/kategori/nusantara/704619/sampah-capai-150-ton-per-hari-pemkot-palangka-raya-tambah-armada

Penanganan dan Pengurangan Jadi Indikator Pengelolaan Sampah di Palangka Raya

MEDIA CENTER, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, akan terus mengoptimalisasi penanganan dan pengelolaan sampah di kota setempat. “Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2017, pengelolaan sampah terbagi atas dua kegiatan indikator yaitu penanganan dan pengurangan,” ungkap Kepala DLH Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, Minggu (22/1/2023), saat dikonfitrmasi. Zaini mengatakan, guna memaksimalkan penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya, maka pemko setempat sejauh ini telah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta menyiapkan anggaran untuk mendukung sarana prasarana. Termasuk salah satunya melengkapi armada angkutan. Di sisi lain sebut dia, Pemerintah Kota Palangka Raya juga memastikan persediaan kontainer depo sampah atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS), di lingkungan masyarakat, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. “Jumlah sampah sehari di Kota Palangka Raya sebanyak 150 ton. Langkah-langkah penanganan terus kita upayakan. Seperti mengedukasi masyarakat agar mau menjadi anggota bank sampah,” jelasnya. Adapun untuk mendukung upaya pengurangan sampah tambah Zaini, maka DLH Kota Palangka Raya sudah melakukan suatu program yaitu manfaatkan sampah sebagai gas metana yang berguna sebagai bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga (memasak). Tidak hanya itu DLH Palangka Raya juga terus mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah kantong`plastik. (MC. Kota Palangka Raya.1/nd) Sumber :https://mediacenter.palangkaraya.go.id/penanganan-dan-pengurangan-jadi-indikator-pengelolaan-sampah-di-palangka-raya/

Study Banding Komisi III DPRD Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya

Pada hari Kamis 05 Januari 2023,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangkaraya (Ir.Achmad Zaini,MP) menyambut kedatangan 9 anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan beserta pendamping dari sekretariat DPRD Kabupaten Tapin. Adapun tujuan dari kunjungan tersebut dalam rangka Study Banding/ Konsultasi terkait dengan ” Program dan Kegiatan RTH dan Kebersihan Lingkungan ” di Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya.

IKLH Kota Palangka Raya Tahun 2022 Masuk Kategori Baik dan Memenuhi Target

MEDIA CENTER, Palangka Raya- Berdasarkan hasil final perhitungan akhir Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Palangka Raya pada tahun 2022 yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, nilai Indeks Kualitas Air (IKA) sebesar 54.00, Indeks Kualitas Udara (IKU) sebesar 92.82 dan Indeks Kualitas Lahan (IKTL) sebesar 77.07. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya IAchmad Zaini menyebutkan bahwa berdasarkan nilai IKLH tersebut Kota Palangka Raya pada tingkat Nasional berada pada peringkat 90 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia serta berada pada peringkat 6 dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah. “Secara keseluruhan capaian IKLH Kota Palangka Raya pada tahun 2022 ini sebesar 73.97 yang mana masuk kategori baik dan memenuhi target,” kata Zaini, Selasa (3/1/2023). Zaini menjelaskan bahwa IKLH merupakan gambaran secara umum atas pencapaian kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemerintah. Dimana analisis dan penilaian di dalam IKLH meliputi 3 (tiga) komponen yaitu Indeks kualitas air (IKA), Indeks kualitas udara (IKU), dan Indeks kualitas tutupan lahan (IKTL). “Rekapitulasi dari ketiga komponen tersebut merupakan nilai akhir terhadap kondisi lingkungan di sebuah kawasan, baik kondisi baik, sedang, ataupun buruk,” ujarnya. Selain itu, Zaini juga mengatakan bahwa gambaran nilai IKLH telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan. Di antaranya sebagai informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat pusat maupun daerah yang berkaitan dengan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Kemudian sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan sebagai instrumen pemerintah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Zaini berharap dengan dipublikasikannya hasil perhitungan IKLH oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2022, semua pihak dapat mempergunakannya sebagai data dasar dalam membuat program dan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di kota Palangka Raya. Harapanya kedepan, melalui program dan kegiatan yang tepat, nilai IKLH lebih meningkat lagi,… Selengkapnya »IKLH Kota Palangka Raya Tahun 2022 Masuk Kategori Baik dan Memenuhi Target

NILAI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2022

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup merupakan gambaran secara umum atas pencapaian kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemerintah. Analisis dan penilaian di dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup meliputi 3 (tiga) komponen yaitu Indeks kualitas air (IKA), Indeks kualitas udara (IKU), dan Indeks kualitas tutupan lahan (IKTL). Rekapitulasi dari ketiga komponen tersebut merupakan nilai akhir dan menjadi ranting terhadap kondisi lingkungan di sebuah kawasan yaitu kondisi Buruk, Sedang, ataupun Baik. Gambaran nilai Indeks Kualitas Lingkungan Hidup telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan, yaitu : Sebagai informasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan di tingkat Pusat maupun Daerah yang berkaitan dengan bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik tentang pencapaian target kinerja program perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Sebagai instrumen pemerintah dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup.   Pada tahun 2022 ini pengolahan data dilakukan secara terpadu melalui sistem yang terintegrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berdasarkan hasil entry data dari tiap-tiap daerah. Indikator yang digunakan untuk menghitung IKA berasal dari informasi 8 (delapan) paramater  utama,  yakni kebutuhan oksigen biokimiawi (BOD), kebutuhan oksigen kimiawi  (COD), padatan  tersuspensi  total (TSS),  oksigen  terlarut, nitrat, fosfat, fecal  coliform dan Total coliform. Pemantauan  kualitas  air  ini  dilakukan  sungai-sungai utama yang melintasi perkotaan. IKU dihitung  menggunakan  2 (dua)  parameter,  yakni  SO2 dan  NO2.  Data  IKU berasal  dari  pengukuran  dari Stasiun Air Quality Managemen System mewakili  4  lokasi,  yakni  transportasi,  industri,  permukiman,  dan perkantoran. Selanjutnya, dalam penghitungan IKTL merupakan luas tutupan hutan dan luas tutupan vegetasi non hutan dalam sebuah kawasan. Terdiri dari hutan primer, sekunder, luas tutupan belukar dan  belukar  rawa  yang  berada  di  hutan  dan  hutan  lindung,  luas  ruang terbuka  hijau,  luas  taman  keanekaragaman  hayati,  serta  luas  rehabilitasi hutan dan lahan. “Berdasarkan hasil final perhitungan akhir IKLH yang dilakukan oleh Kementerian  Lingkungan Hidup dan Kehutanan,… Selengkapnya »NILAI INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2022

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux