Breaking News

Giat Kesiapsiagaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Cegah Kebakaran Hutan Dan Lahan

 

dalam upaya kesiapasiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya sejak awal Tahun 2021, memprogramkan aksi yang diawali dengan rangkaian Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di 3 Kecamatan dan pengedaran leaflet himbauan, dilanjutkan dengan pemasangan himbauan spanduk cegah karhutla di titik-titik rawan karhutla. DLH Kota Palangka Raya juga sebelumnya menggandeng pelaku usaha dan  melibatkan peran serta masyarakat.

Rangkaian giat DLH pada bulan Agustus ini kembali dilakukan dengan melibatkan unsur Lembaga dan masyarakat di Kota Palangka Raya, dalam hal ini  Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) , yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang peduli dan berjiwa social dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan bersama berupa pengecekan kondisi sumur bor sekaligus pembahasan lahan yang rawan kekeringan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kemarau tahun ini adalah kemarau basah. Beberapa wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Tengah diperkirakan pada bulan Agustus 2021 ini mulai memasuki kemarau. Untuk mengantisipasi hal ini, DLH bersama tim gabungan TSAK Kelurahan Menteng mulai melakukan persiapan dan bersiaga. Terutama mengecek kondisi infrastruktur pembasahan lahan menyambut musim kemarau. Karena ancaman kebakaran lahan itu selalu ada.

Pengecekan kondisi sumur bor dilakukan untuk memastikan jika terjadi kebakaran, maka infrastruktur dimaksud berfungsi. Dengan mulai memasuki musim kemarau bulan Agustus ini, setiap elemen masyarakat harus waspada, walaupun kondisi akhir-akhir ini curah hujan di Kota Palangka Raya cukup sering, yang dikenal dengan istilah kemarau basah.

Sumur Bor

Melalui tim gabungan DLH, kelurahan  dan TSAK Kelurahan Menteng melakukan pengecekan sumur bor dan pembasahan lahan, untuk memastikan jika terjadi kebakaran infrastruktur dimaksud berfungsi dengan baik. Kelurahan Menteng menjadi wilayah yang dimonitoring, mengingat kejadian karhutla yang cukup sering di wilayah kelurahan ini. Dari data lapangan menunjukkan sejak Januari 2021 sampai dengan Agustus 2021 telah terjadi 8 kejadian karhutla dengan total 14, 5 Ha lahan yang terbakar.

Pembasahan lahan juga perlu dilakukan karena pada musim kemarau dengan berkurangnya curah hujan menyebabkan temperatur udara tak jarang mencapai 35 derajat Celcius, kandungan air dalam tanah akan menipis sehingga akar tanaman tak mampu mengalirkan cukup air ke daun, membuat banyak tanaman layu dan kering. Dengan kondisi vegetasi tanaman seperti ini menyebabkannya mudah terbakar. Melalui kegiatan pembasahan tersebut diharapkan kebakaran lahan dapat diminimalkan pada musim kemarau tahun ini, dan mencegah bencana asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Sumur bor yang dibangun di wilayah Kelurahan Menteng Kota Palangka Raya ini adalah infrastruktur yang merupakan aset Pemerintah Provinsi/Lembaga lainnya sehingga data lapangan yang diperoleh, dapat menjadi sebagai bahan pelaporan kepada pihak terkait. Sehingga ditindaklanjuti baik untuk update kondisi maupun pemeliharaannya agar selalu berfungsi optimal. Sehingga diharapkan keberfungsiannya sebagai infrastruktur dalam pemadaman kebakaran dan pembasahan lahan dapat optimal.

Sesuai arahan Walikota Palangka Raya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Ir. Achmad Zaini, MP dalam pernyataannya,  mengingatkan terus menerus  upaya pencegahan dengan melibatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, juga menghimbau adanya peran dari masyarakat disekitar lokasi sumur bor, rasa kepedulian dan memilik keberadaan sumur bor yang telah dibangun, harapannya mereka ikut serta menjaga dan memeliharanya. Lanjut Kepala Dinas Lingkungan Hidup, kiranya kolaborasi yang semakin baik akan ditingkatkan dengan setiap unsur masyarakat untuk mengambil peran masing-masing baik itu pemerintah, swasta, pelaku usaha dan masyarakat, mengingat pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya ditangani oleh satu institusi saja namun harus dilakukan secara bersama setiap elemen masyarakat, dalam mencegah dan meminimalisir bencana kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya.

 

 

 

 

 

 

 

  dalam upaya kesiapasiagaan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya sejak awal Tahun 2021, memprogramkan aksi yang diawali dengan rangkaian Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di 3 Kecamatan dan pengedaran leaflet himbauan, dilanjutkan dengan pemasangan himbauan spanduk cegah karhutla di titik-titik rawan karhutla. DLH Kota Palangka Raya juga sebelumnya menggandeng pelaku usaha dan  melibatkan peran serta masyarakat. Rangkaian giat DLH pada bulan Agustus ini kembali dilakukan dengan melibatkan unsur Lembaga dan masyarakat di Kota Palangka Raya, dalam hal ini  Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) , yang merupakan organisasi kemasyarakatan yang peduli dan…

Review Overview

User Rating: Be the first one !
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*